Harlockwords’s Blog – …Story came Out From My Mind…….

November 21, 2008

Petaka Lereng Lawu – BAB IX

Filed under: Horor,Novel,Petaka Lereng Lawu — harlockwords @ 9:55 am
Tags: ,

 

 

BAB IX

 

 

Sore itu langit tak seberapa terang. Mendung tampak menggelayut di langit Desa Njamus menutupi matahari yang dengan gagahnya memancarkan sinar dan panasnya ke muka bumi. Beberapa orang nampak keluar dari sebuah musholla kecil di tepi desa. Satu persatu keluar sembari mencari alas kaki masing masing dan beranjak pulang. Seorang laki laki muda nampak dengan tekun terpekur menghadap ke arah mimbar musholla. Mulutnya bergerak dengan irama konstan mengucapkan dzikir kepada Ilahi. Nampak kekhusukan di raut wajahnya. Kerutan kerutan halus muncul di wajahnya yang tampan. Walaupun satu persatu orang yang telah selesai menunaikan ibadah Sholat Ashar meninggalkan tempat yang kecil namun rapi itu tak membuat dia bergegas berdiri dan menyelesaikan dzikirnya.

 

Imam sholat yang sedari tadi juga masih ditempatnya, disamping mimbar, telah selesai dengan doanya. Dia membalikkan badan dengan hanya menggeser duduknya berhadapan dengan pemuda itu. Sesaat terlihat dia memperhatikan pemuda itu dengan pandangan menghiba, namun segera tergantikan dengan gelengan kepala. Akhirnya si pemuda juga selesai dengan doa doa khusuknya.

 

“ No, bagaimana keadaanmu sampai hari ini? “ Ustadz Jamaluddin, sang imam, membuka bicara

“ baik pak ustadz “ jawab pemuda itu singkat

“ bagaimana juga dengan makanmu? Apakah tidak ada kesulitan? “

“ Alhamdulillah ndak ada pak, saya juga nyari nyari kerjaan di pasar. Bisa ngangkut bawaan orang atau menurunkan barang dari truk, cukup buat sekedar makan “

“ hmm….bagus kalau begitu, tidurmu juga nyenyak “

“ Alhamdulillah pak “

“ hmm..hmm..baguslah. walaupun hanya tikar dan kamar gudang dibelakang musholla ini, kamu masih bisa mensukurinya, aku ndak bisa bantu apa apa lagi, No “ ujar Ustadz Jamal

“ semua saya rasa sudah cukup, pak ustadz, sudah banyak bantuan bapak, biar saya seperti ini dulu sampai semuanya berhasil, jangan banyak yang tahu siapa saya, biar ndak banyak berita tesebar di masyarakat “

“ baik kalau itu mau kamu, saya cuma memegang amanah saja, apa yang sudah kamu peroleh selama ini? Aku ndak seberapa banyak mau mendengarkan slentingan slentingan, jadi aku ndak seberapa ngerti, yang aku tahu cuma ibumu telah tiada sejak kau pergi dari sini “ Ustadz jamal mengiyakan sembari bertanya kemnali pada Pandono.

“ belum banyak pak, saya masih mau memantapkan diri untuk menemuinya, saya hanya menjaga amanah keluarga saya, bukan untuk hawa nafsu saya dengan harta harta duniawi, kalaupun ikhtiar saya akhirnya tidak berhasil, saya akan serahkan semua pada Allah, yang penting saya sudah berusaha semampu saya

“ sedangkan kabar sebab sebab meninggalnya ibu, saya belum berani memastikan sebelum bertemu dengannya, memang banyak beredar isu isu, tapi saya belum mau untuk mempercayainya sebelum saya bertemu langsung dengan beliau “ jawab Pandono gamblang.

“ dia memang orang yang tertutup, dari dulu setahu saya ndak banyak yang mengenalnya secara mendalam, hubungannya hanya dengan pegawai pegawainya dan perangkat desa ini. Itupun hanya kalau perlu dokumentasi dokumentasi penting dia memanggil lurah ketempatnya, jarang sekali dia datang ke kampung atau ke kantor kelurahan “ kata Ustadz Jamal.

 

Pak Ustadz Jamal terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu yang penting. Pandono pun terdiam. Dia tidak ingin menanyakan apa yang difikirkan oleh Ustadz Jamal apabila Ustadz Jamal tidak ingin memberitahukannya. Pandono hanya menunggu sambil kepalanya tertunduk.

“ yang penting…” sesaat Ustadz Jamal melanjutkan bicaranya “ apabila kamu sedang tidak ada kegiatan, kamu perdalam agama kamu, lebih dalam lagi, kamu kuatkan imanmu menghadapi semua hal yang akan terjadi nanti, jangan sampai kamu tebakar nafsu dendam, amarah, lakukanlah semua itu dengan dasar iman kepada Allah. Apabila telah sampai rizqi dari-Nya kepadamu, semua tak akan bisa menghalangi, kekuatan apapun baik yang kasar maupun yang halus. Percaya kepada-Nya, laahaula walaa quwatta illa billaah….percaya itu ” panjang lebar Ustadz Jamal memberi nasehat pada Pandono.

“ baik Pak Ustadz, pesan bapak akan saya ingat, semoga tidak akan terjadi apa apa nanti, saya mohon doa restu pak Ustadz “

“ apabila semua didasari dengan kebajikan, jangankan aku yang hanya mahluk ini, Allah pun akan merestuimu, banyak banyaklah istighfar, minta petunjuk kepada-Nya, bagaimana nanti kamu menghadapi semua ini “

“ baik pak “ tak bosannya Pandono mendengarkan nasihat nasihat Ustadz Jamal

“ ya sudah kalau begitu, aku mau kembali ke rumah, kamu jaga musholla ini baik baik, aku masih belum mendapat ganti semenjak Maman penunggu musholla ini pergi ke kota “

“ saya jaga sebaik baiknya pak “

“ ayo, aku pulang dulu, assalamu’alaikum “ ujar pak ustadz

“ monggo, wa’alaikum salam “ jawab Pandono

 

Lalu ustadz Jamal berdiri dan berjalan ke arah pintu masuk musholla. Pandono mengikuti di belakang beliau. Setelah ustadz Jamal keluar pagar musholla, Pandono beranjak menuju tempat menyimpan perlengkapan rumah tangga untuk kembali membersihkan area lingkungan musholla dan mempersiapkan musholla untuk dipakai sholat berjamaah Maghrib nanti.

 

Pandono duduk bersila di teras musholla setelah selesai dengan pekerjaannya. Dia terdiam. Kepalanya menunduk kebawah, terkadang dia menggeleng gelengkan kepalanya menandakan bahwa banyak sekali yang ia pikirkan saat itu. Waktu terus berjalan lambat, hingga seseorang datang menepuk bahunya.

 

“ Mas, sudah waktunya adzan, salonnya sudah siap? “

“ o, sampun pakde, monggo panjenegan adzan (silahkan anda mulai adzan) “ seru Pandono kaget.

 

Lalu terdengarlah kumandang adzan Maghrib menggema dari musholla kecil itu. Hari mulai gelap. Beberapa orang nampak berjalan pelan menuju musholla untuk sholat berjamaah.

 

 

Iklan

1 Komentar »

  1. seperti biasa deh komentarnya,terlalu panjang setiap kata jadi mebosankan
    coba deh baca harry potter pasti menarik deh cara ceritanya

    Komentar oleh niken — November 24, 2008 @ 11:45 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: