Harlockwords’s Blog – …Story came Out From My Mind…….

Oktober 4, 2014

CUCIAN

Filed under: Cerpen,Horor — harlockwords @ 6:51 am
Tags: , , ,

“duh…capek sekali, mana cucian masih banyak” rungut Arri yang baru datang dari tempat kerjanya

hari ini Arri terpaksa harus lembur karena perintah dari pimpinan untuk mempersiapkan presentasi esok hari. Jam menunjukkan pukul 20.00. dengan enggan dia memasukkan motornya ke dalam garasi rumah kontrakan. Lampu remang garasi cukup membuat mata Arri yang lelah harus berkonsenterasi pada area garasi.

Bergegas Arri menuju kamarnya untuk melepas pakaian dinasnya berganti dengan celana pendek dan kaos kasual lalu segera mengerjakan pekerjaannya yang tertunda akibat pulang malam.

Namun ia sedikit ragu untuk beranjak menuju tempat cuci baju. Entah mengapa perasaannya hari ini sedikit gelisah. Pandangannya menebar ke sekeliling rumah. Ia tak melihat apa-apa. Ruangan dalam rumah seperti hari-hari biasanya. Tak Nampak perubahan letak barang-barang yang ada. Biasa saja.

Namun entah mengapa perasaan Arri tidak enak hari ini.

“ah…mungkin aku hanya capek saja…” ia mencoba berpikir logis

Segera ia mempersiapkan baju kotor yang menumpuk di bak besar warna biru. Lalu ia mengambil sebuah BAK MERAh yang ada di depannya dan mengisinya dengan air bersih. Kegiatan rutin cuci-mencuci pun dimulai seperti biasa tanpa ada hal yang ganjil

Hingga setelah berjalan beberapa menit, Arri seakan dipaksa untuk melirik ke area pintu menuju kamar mandi. Tak ada apa-apa disana. Namun ia heran, mengapa ia seakan-akan tersihir untuk selalu melihat ke area itu. Ia mencoba untuk berkonsenterasi pada pekerjaannya, dan kembali mengambil sisa cucian yang belum ia kerjakan. Lagi-lagi Arri terpaksa menengadahkan kepala untuk melihat area pintu itu.

“ada apa sih disana…….” Batinnya.

Tak sabar Arri berdiri untuk memeriksa tempat itu. Tetap saja, ia tak menemukan sesuatu yang berarti.

“ tak ada apa-apa” mulutnya menggumam pelan “ah…mengganggu saja” Arri meruntuk lalu kembali ke dingklik (kursi kecil:jw, red) untuk melanjutkan pekerjaannya

Ketika ia sedang melakukan kegiatannya, tak sadar air didalam bak merah yang berisi cucian-cucian itu bergerak-gerak pelan. Namun ketika gerakan itu bertambah keras, berputar-putar, barulah Arri sadar. Tertegun Arri memandang kejadian itu, antara tak percaya dan kaget.

“a..apa ini?” gumamnya. Antara sadar dan tidak, tangan Arri bergerak menuju bak dan berusaha meraih pakaian yang bergerak berputar-putar mengikuti pusaran air. Ia menagkap pakaian itu. Namun tak disangkanya ia merasakan gerakan-gerakan aneh dari dalam air. Dengan reflek dibenamkan tangannya meraih sesuatu yang bergerak di dalam bak itu. Ia menangkup sebentuk benda lunak dan segera mengangkatnya. Terbelalak matanya ketika melihat benda yang dipegang erat oleh tangannya itu.

“Ya Ampun!” ia berteriak histeris. Sebentuk kepala manusia yang meringis meliha dirinya. Kepalanya gundul mulus, namun mukanya bopeng-bopeng tak rata dengan seringa lebar hamper memenuhi seluruh pipinya.

Tak ayal Arri melemparkan kepala itu dan beranjak berdiri dan bergerak mundur melawan arah ia melemparkan si kepala yang meringis. Tak sengaja ia mundur kea rah pintu menuju kamar mandi. Sedikit terpeleset dia karena lantai licin berair. Sekejap mata ia melihat kembali arah kepala yang ia lemparkan tadi. Namun ia hanya melihat tumpukan baju di lantai. Tak Nampak kepala yang mengerikan itu disana. Ia mencoba menebarkan pandangan ke sekeliling. Tak jua ia menemukan benda laknat yang ia nikmati tadi.

Sebentar Arri mengatur nafas lega, mungkin ia berhalusinasi karena capek tadi. Ia mencoba untuk menenteramkan diri sambil memegang dadanya yang berdegup kencang seakan berlomba dengan deru nafasnya yang memburu.

Namun, ketenangan jiwanya tak berlanjut lama. Tiba-tiba Arri merasakan betis kirinya yang terbuka, seperti ada yang memegang. Ia ingin sekali melihat kebawah untuk mencerna apa yang ia rasakan, namun lehernya seperti kaku tak bisa ia gerakkan.Arria mencoba melirik kebawah. Namun matanya kembali membelalak kedepan ketika ia merasa pundakkanannya nya juga seperti ada yang menyentuh. Reflek ia mencoba melirik kea rah pundak kanannya. Ia melihat sebentuk jari jemari keriput dengan kuku-kuku panjang dan runcing menyembul dari arah belakang punggungnya. Jari-jari itu seakan meremas pundaknya sehingga ia seperti merasakan beban yang sangat berat. Lalu ia merasakan betisnya menjadi sangat perih. Berangsur ia melirikan matanya , ya, hanya melirikkan matanya karena lehernya menjadi semakin kaku karena peristiwa itu, ke arah betisnya. Ia melihat sesosok tangan mungil, seukuran jari anak-anak, namun tangan itu penuh bulu yang lebat.

Arri mencoba berteriak namun lidahnya seperti terikat dan tertempel di dinding atas rongga mulutnya. Dahsyatnya serangan psikis yang ia alami semakin membuat ia mempunyai tekad kuat untuk meloloskan diri dari kejadian ini. Dengan membaca segala yang ia bisa baca, Arri menarik seluruh anggota badannya untuk menjauh dari cengkeraman jari-jari itu. Berhasil. Arri terlepas dan jatuh tertelungkup. Dengan cepat Arri membalikkan badannya seperti akan menantang sesuatu yang menyiksa badan dan batinnya tadi.

Tepat di bawah kusen pintu, Arri melihat dua sosok asing yang belum pernah ia jumpai selama ia menginjakkan kaki di rumah kontrakannya. Yang pertama, sesosok anak kecil dengan bulu yang lebat menyeringai menatapnya. Sosok satunya berupa seorang wanita separuh baya dengan pakaian seperti jaman kerajaan-kerajaan berbentuk kemban. Wajahnya cantik, namun sorot matanya sangat mengerikan, tajam menyayat keberanian Arry. Yang lebih membuat bulu kuduk meremang, tangannya menjuntai hingga tanah dengan jari-jari yang panjang dan mengarah ke wajah Arri seakan mau meremukkan wajah itu dengan sekali genggam. Kakinya tidak berbentuk kaki manusia, (ga gwe tulis soalnya Poppy ga ngomongin si kemaren kakinya bentuk apa…hahaha).

Kepala Arri berputar mengalami tekanan seperti ini. Matanya berkunang-kunang. Nafasnya memburu dan tak lama ia pun terjerembab di lantai keramik yang basah. Pingsan

terinspirasi dari teman-teman grup Facebook Hits 80-90

especially Arri Ramdhani

LAPAK MERAH on BnZ

https://www.facebook.com/groups/brurzus/permalink/301260320081278/

Blog di WordPress.com.